Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Melodi Terakhir

Melodi duka dimainkan oleh Sang Mahakarya.
Kala senja direngutnya sebelum pertanda.
Awan kehitaman dibawanya bersama gugusan bintang-gemintang.
Tergugu saat Elang membawa tubuh lemahnya terbang.

Rembulan menatap nanar padanya yang terpaksa mengikuti.
Diturunkannya hujan agar Elang terjatuh dan mati.
Sekantung badai dibawanya bersama angin.
Bermandi tangis kala cengkeraman Elang tak terperikan.

Laut diseberangi gunung dilewati.
Dirinya tumbuh digenggaman Elang keras hati.
Bersama pelangi yang dilukisnya dengan tinta duka sukanya.
Menjadikan langit yang dulu polos kini penuh dengan pernak pernik miliknya.

Senyum indah terpahat di wajahnya yang dulu basah oleh nestapa.
Saat kali pertama Elang membawanya bermain bersama lara.
Kini alunan melodi perlahan habis dimakan oleh waktu.
Bersama insaf Elang menurunkannya dibukit hidup yang baru.

Postingan Terbaru

Kau

Pagi Di Bulan November

Hadiah dari Pujangga

Ketika Cinta Datang Menyapa

Berjumpa

Engkau

Ruang Kosong

Kataku

Teruntuk Hujan

Sepenggal Cerita